Latihan Perang Balikatan 2026: AS, Filipina, Jepang Gelar Manuver Besar di Dekat Taiwan
Ribuan pasukan militer dari Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Jepang memulai latihan perang gabungan berskala besar bernama "Balikatan" pada Senin, 20 April 2026. Latihan selama 19 hari ini berfokus di wilayah utara Filipina yang menghadap Selat Taiwan dan dekat dengan wilayah sengketa di Laut China Selatan.
Skala Besar dan Latihan Tembak Langsung
Latihan Balikatan 2026 melibatkan lebih dari 17.000 personel dari angkatan darat, laut, dan udara ketiga negara. Latihan ini mempraktikkan penembakan sungguhan, termasuk penembakan rudal jelajah anti-kapal Tipe 88 oleh militer Jepang yang berhasil menenggelamkan sebuah kapal target.
Pernyataan Komandan dan Teknologi Senjata
Komandan Pasukan Ekspedisi Marinir AS, Letnan Jenderal Christian Wortman, menegaskan komitmen AS di kawasan Indo-Pasifik. Sementara itu, Komandan Militer Filipina, Jenderal Romeo Brawner, menyebut Balikatan 2026 sebagai latihan perang terbesar sepanjang sejarah. Latihan ini juga akan menampilkan sistem senjata canggih seperti rudal Typhon milik AS.
Respons dan Kecaman dari China
Pemerintah China secara keras mengecam penyelenggaraan latihan militer gabungan ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa AS, Jepang, dan Filipina sedang "bermain api" dan bahwa kawasan Asia-Pasifik lebih membutuhkan perdamaian daripada konfrontasi yang dipicu kekuatan eksternal.
Latihan Balikatan 2026 ini digelar dalam situasi geopolitik yang dinamis, menandai peningkatan kerja sama keamanan trilateral di kawasan yang sensitif secara strategis.
Artikel Terkait
Gempa M7.4 Baru Saja Terjadi, BMKG Jepang Peringatkan: Bersiap untuk yang Lebih Dahsyat!
Selat Hormuz Meledak! AS Tembak & Sita Kapal Iran, Ancaman Perang Makin Nyata?
Iran Akui Kapalnya Disita AS: Ancaman Serangan Balasan yang Bisa Picu Perang Baru?
Kapal Iran Hancur Ditembak AS di Teluk Oman: Blokade Memicu Perang Baru?