Diantaranya, koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Koalisi Semut Merah, terbaru kunjungan Ketum PKB Muhaimin Iskandar ke Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menghasilkan jargon koalisi “Kebangkitan Indonesia Raya”. Disusul kemudian dengan Prabowo dikunjungi oleh “Putra Mahkota Presiden Jokowi”, Gibran Rakabuming dan diajak menunggang kuda.
"Hasil survei Litbang Sin Po nama Prabowo Subianto memiliki elektabilitas paling tinggi di antara capres-capres yang lain," ujar Kepala peneliti Litbang Sin Po, Syahrial Mayus dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).
Menurut dia, Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra tersebut memiliki elektabilitas sebesar 28,1 persen. Disusul Ganjar Pranowo sebesar 19,4 persen, Anies Baswedan 14,7 persen. Agus Harimurti Yudhoyono sebesar 5,9 persen, Ridwan Kamil sebesar 4,5 persen, Sandiaga S Uno sebesar 2,8 persen, Puan Maharani 2,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,4 persen, Susi Pudjiastuti 1,3 persen, Erick Tohir 0,8 persen.
"Jika dilihat dari threshold capres 20 persen dengan jumlah parpol di DPR 9, maka pasangan capres-cawapres yang bisa muncul berkontestasi di pilpres 2024 maksimal ada 4 pasang. Pertanyaannya dari komposisi 4 pasang yang bisa terjadi ini, siapa yang paling berpeluang untuk mendapatkan tiket capres," imbuhnya.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?
Masa Depan Suram PSI? Analis Beberkan Risiko Fatal Andalkan Jokowi dan Kaesang