Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin menilai, koalisi tersebut cukup bagus karena dapat menggabungkan partai nasionalis dengan partai Islam berbasis kultural.
"Kalau Gerindra-PKB bersatu, jadi berkoalisi, paling tidak bakal memecah koalisi, poros koalisi bakal menjadi 3 bahkan 4 koalisi. Artinya ini menumbuhkan demokrasi, jangan sampai pasangan calon itu cuma dua pasang, itu bakal mempertajam polarisasi," kata Ujang saat dihubungi Suara.com, Senin (20/6/2022).
Ujang mengungkapkan, dari tubuh Gerindra nama Prabowo Subianto masih diunggulkan untuk menjadi calon presiden (capres). Sedangkan di pihak PKB, nama yang diunggulkan yakni Muhaimin Iskandar.
"Jadi capres Prabowo, cawapresnya itu Cak Imin. Kalau Cak Imin tidak menjadi apa-apa, PKB tidak akan mau berkoalisi," ungkapnya.
Ujang pun mempredeksi ke depannya bakal ada empat poros yang bakal maju dalam bursa Capres di 2024. Yaitu, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Kebangkitan Indonesia Raya (KIR), Koalisi Semut Merah.
Sementara PDI Perjuangan (PDIP) d prediksi melengang sendirian lantaran telah memegang tiket terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) sebanyak 20 persen.
"PDIP bisa mencalonkan tanpa harus berkoalisi. Karena suaranya sudah 20 persen lebih di parlemen, kalo ada KIB, katakan ada KIR, lalu menyisakan NasDem, PKS dengan Demokrat ya keliatan arahnya seperti itu. Ya tapi apakah bisa empat poros? Kita liat saja nanti," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra dan PKB sepakat untuk bekerja sama menghadapi pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah yang digelar serentak pada 2024 mendatang.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!