"Terus terang masyarakat saat ini sudah mulai muak dan enek dengan tokoh yang mengunakan strategi populisme dan politik identitas dalam meningkatkan popularitas dan elektabilitas," ujar Arief Poyuono kepada GenPI.co, Minggu (15/5/2022).
Anak buah Prabowo Subianto itu menyatakan saat ini rakyat tidak butuh orang yang sering pencitraan.
"Rakyat tidak butuh pemimpin yang doyan pencitraan tapi hasil nol gede," jelasnya.
Menurut Arief, sekarang masyarakat sudah cerdas dan pintar memilih.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia 5 Jam dengan Abraham Samad & Susno Duadji, Istana Buka Suara!
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?