Gusdur pula tidak segan untuk menyapa anak-anak muda. Ia bicara dengan bahasa-bahasa yang dipahami oleh mereka. Sisi humanis ini menjadi identitas bagi kepengurusan PKB di semua tingkat.
Kiai Maman pun paham atas narasi terbuka Cak Imin dan Yenny Wahid. Menurutnya, daripada saling sindir atau pakai buzzer untuk menyerang pribadi, mending seperti Cak Imin dan Mbak Yenny, dua anak ideologis Gus Dur yang memilih perang narasi sendiri.
"Belajar dari keduanya, kita mengingat cara Gus Dur bahwa konflik adalah salah satu uoaya untuk mencerdaskan publik," kata Kiai Maman menutup.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Mindpol, Priyo Pamungkas Kustiadi menganggap bahwa perang narasi Muhaimin dan Yenny adalah sekedar guyonan ala santri. Mindpol sebagai lembaga riset dan analisa politik menilai bahwa Cak Imin sangat lihai memainkan narasi.
"Momentum ini bisa dikapitalisasi oleh PKB untuk meningkatkan popularitas partai dan figur Cak Imin sebagai capres atau cawapres. Kita tahu bahwa Cak Imin ini adalah politisi yang sangat mumpuni," kata Priyo.[]
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Gagal Total! Gema Nasional Ultimatum Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Setelah Tragedi Beruntun
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla