Sebelumnya sejumlah pihak memprediksi koalisi tersebut tidak bertahan lama. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai kelanggengan Koalisi Indonesia Bersatu sangat bergantung dengan Partai Golkar.
"Kelanggengan koalisi mereka bergantung pada Golkar, jika tidak ada sengketa soal tokoh yang akan diusung, dan semua solid mengarah pada Airlangga, maka bisa berjalan," kata Dedi Jumat (13/5/2022).
Sebaliknya, jika kemudian internal Golkar sendiri tidak solid, maka ada peluang koalisi tersebut selesai di tengah jalan. Terlebih, Golkar berada dalam ancaman konsistensi di internalnya.
"Munaslub itu yang saya sebut ancaman konsistensi internal Golkar, jika munaslub tidak terselenggara, dan Golkar tetap solid, maka akan berdampak pada koalisi, tetapi jika Airlangga gagal pertahankan kepemimpinan di Golkar, peluang koalisi pecah itu terbuka," terangnya.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?