Alih-alih, Jokowi disebut justru bertindak layaknya sebagai masyarakat biasa yang punya preferensi politik dan sangat menggebu-gebu mendukung calon politiknya. Padahal, sebagai Presiden, Refly Harun menganggap kalau Jokowi harus lebih berhati-hati dalam bertindak.
“Dia harus memainkan peran penyeimbang. Dia harus paham bahwa kapal republik ini adalah kapal besar yang bakal karam kalau dia berat sebelah. Dia harus berpikir bahwa 2024 nanti saatnya meletakkan pondasi bagi demokrasi yang lebih baik,” tuturnya.
Menurut Refly Harun, jika Jokowi berdemokrasi dengan baik dan adil, dirinya bisa jadi akan dikenang sebagai sosok bapak demokrasi yang berusaha membangun negara lebih baik lagi. Apalagi, kemenangan Jokowi di Pilpres sebelumnya juga tidak lepas dari kecurangan.
Sayangnya, hingga sekarang, Jokowi justru lebih mengutamakan melanjutkan kekuasaannya dan cenderung memaksakan keinginannya sendiri. Refly Harun sendiri berharap kalau ini bisa berubah ketika Pilpres 2024 benar-benar mendekat.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?