POLHUKAM.ID -Ekonom senior yang juga Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyoroti kritikan Bakal Capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan yang menyebut Presiden Jokowi melucuti wewenang pemerintah daerah.
Chatib menyebut ada beberapa alasan Jokowi melakukan resentralisasi terhadap wewenang pemda yang menjadi concern kritik Anies Baswedan. Ia menjelaskan, alasan Jokowi mengambil langkah ini karena banyak ketidakpastian di dalam pemerintahan daerah.
"Sebetulnya bukan hanya, bukan dalam kaitan di dalam langgam global tapi mengenai uncertainty," kata Chatib Basri seperti dikutip dari kanal Youtube Total Politik, Senin (12/6/2023).
"Di daerah itu ketidakpastiannya tinggi sekali. Kasih contoh gini ya, uang dari pemerintah pusat ditransfer ke daerah terus ekspektasinya dari pemerintah pusat kalau ditransfer ke pemerintah daerah dipakai untuk yang produktif lah, iya kan. Masalahnya pemerintah pusat tidak bisa kontrol daerah," jelasnya.
Kata dia, kontrol tidak bisa dilakukan, karena para pejabat daerah ini dipilih langsung oleh rakyat. Kondisi itu yang membuat legitimasi dari masyarakat begitu kuat dan membuat mereka tidak bisa diberhentikan secara langsung ketika terjadi penyalahgunaan kekuasaan.
"Makanya pemerintah pusat bilang ini daerah bikin perda sendiri kita nggak bisa berhentiin," ujarnya.
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?