Sindir 'Kesuksesan' Jokowi
Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choirie mengatakan, sebagai warga negara, tentu saja Kaesang boleh melakukan apa-apa yang diinginkan. Termasuk, untuk maju sebagai kontestan dalam Pilwalkot Depok 2024.
Namun, politisi yang akrab disapa Gus Choi itu mengingatkan, Kaesang sebagai anak seorang presiden perlu mengendalikan diri. Artinya, dia perlu menjaga nilai-nilai kepantasan dan tidak bersikap aji mumpung.
"Tapi, kalau itu dilakukan dan terjadi, maka Jokowi presiden tersukses menguasai Indonesia sepanjang sejarah," kata Gus Choi kepada Republika, Selasa (13/6).
Pertama, Presiden Jokowi sukses menjadikan anaknya sendiri, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wali kota Solo. Lalu, Presiden Jokowi sukses menjadikan sang menantu, Bobby Nasution, sebagai wali kota Medan.
Kemudian, Gus Choi melanjutkan, Presiden Jokowi sukses mempertahankan adik iparnya, Anwar Usman, sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Presiden Jokowi mungkin sukses pula menjadikan keluarga lainnya jadi pengusaha. "Dan, kalau Kaesang jadi wali kota Depok, kesuksesan berikutnya," ujar Gus Choi.
Apalagi, ia menambahkan, kalau pada Pilpres 2024 nanti Presiden Jokowi kembali meraih kesuksesan mengantarkan orangnya jadi pemenang. Artinya, sukses mengantarkan capres pilihannya terpilih sebagai Presiden RI.
Ia mengingatkan, Soeharto saja yang berkuasa selama 32 tahun sebagai presiden RI hanya bisa menjadikan satu anaknya, Tutut Soeharto atau Mbak Tutut, sebagai menteri sosial. Itu pun hanya menjabat sebentar saja. "Kalau pilihan calon presidennya terpilih, Jokowi presiden tersukses, sukses kolusi dan nepotisme," kata Gus Choi.
Sebelumnya, Kaesang Pangarep masuk dalam bursa Pilwalkot Depok. Bahkan, lewat unggahan video, Kaesang menyampaikan kalau dia sudah mendapatkan restu dari keluarganya untuk maju dalam kontestasi menjadi Depok satu.
Sumber: republika
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan