"Semua pimpinan partai kasak kusuk bertransaksi ini tidak sehat untuk kualitas kepemimpinan nasional ke depan. Jadi terbentuknya pasangan ini berdasarkan hasil transaksi," kata Jimly saat menjadi narasumber dalam diskusi yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Gedung DPR RI, Rabu (21/6).
"Bagaimana sebaiknya? Menurut saya biar Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Wakilnya dipilih oleh MPR. Dari usulan 2 calon yang diajukan oleh presiden," sambungnya.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menegaskan, dengan wapres dipilih oleh MPR maka memudahkan untuk mengkoordinasikan partai koalisi.
"Tetapi dia itu tetap pembantunya presiden. Dia mesti tunduk dengan presiden," tegas Senator Jakarta itu
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?