Dia mengingatkan kepentingan nasional atau national interest, tidaklah sama dengan kepentingan politik seorang Presiden atau kepentingan politik parpol atau pihak manapun.
SBY menyampaikan demikian dengan merujuk banyak literatur yang mendefinisikan kepentingan negara dalam tingkatan.
"Mulai yang bersifat hidup matinya sebuah negara (survival interest), disusul dengan kepentingan negara yang vital (vital interests) dengan kepentingan besar (major interests) dan seterusnya," ujar SBY.
Ia pun merincikan misal soal terjaminnya keselamatan, kedaulatan dan keutuhan NKRI misalnya itu adalah survival interests. Lalu, terlindunginya keamanan negara dan terjaganya ekonomi nasional sering
diidentikkan dengan vital interest.
"Jadi, kalau mengatakan bahwa cawe-cawe itu demi kepentingan bangsa dan negara perlulah rakyat Indonesia diyakinkan bahwa cawe-cawe Presiden Jokowi benar-benar demi kepentingan bangsa dan negara," kata SBY.
Bagi dia, rakyat perlu diyakinkan soal maksud cawe-cawe ala Jokowi. Sebab, rakyat nanti sebagai suara pemilih calon RI-1 di 2024.
"Karena dalam Pilpres mendatang rakyatlah yang akan memilih presiden mereka untuk periode 5 tahun ke depan. Bukan Presiden, bukan MPR, bukan partai politik," sebut SBY.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?