POLHUKAM.ID -Partai politik di Indonesia mulai menunjukkan karakteristik mirip commanditaire vennootschap (CV), sebuah perusahaan, karena pengelolaan sepenuhnya bergantung pada ketua umum.
Demikian disampaikan ekonom senior Dr Rizal Ramli, dalam diskusi virtual bertajuk “Oligarki dalam Parpol dan Bahayanya bagi Demokrasi”, Jumat malam (7/7).
“Telah umum diketahui, partai-partai politik di Indonesia kebanyakan dikelola seperti CV, yang tergantung pada ketua umum,” kata RR, sapaan akrabnya.
Menurut dia, karakteristik partai-partai politik yang seperti CV itu tidak dapat dipisahkan dari perjalanan demokrasi di Indonesia pasca-reformasi. Para aktivis dan tokoh politik terjebak euforia jatuhnya rezim Orde Baru.
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri