POLHUKAM.ID -Peluang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menarik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi bagian dari koalisi dalam mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres tahun 2024 mendatang nampak sulit diwujudkan.
Demikian analisa pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/7).
Jamiluddin menilai, PKB akan tetap bersama Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Alasannya, karena Prabowo sudah memberi kewenangan besar pada Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam menentukan siapa sosok calon wakil presiden pendamping Prabowo.
Artikel Terkait
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana