Pasalnya, sambung Dedi, undangan Jokowi ke Istana itu hanya ditujukan kepada pucuk pimpinan tertinggi di Partai Nasdem, Surya Paloh. Dengan kata lain, undangan bersifat khusus tanpa ada ketua umum partai pendukung pemerintah lainnya.
Lobi ini diperkuat oleh reshuffle Kabinet Indonesia Maju pada Senin kemarin (17/7), di mana pos kementerian yang jadi jatah Nasdem diisi oleh relawan Jokowi.
“Nah Jokowi sedang bangun kekuatannya sendiri, dan sangat mengkhawatirkan jika negara ini dipimpin dengan satu kelompok, dan menihilkan kelompok lain. Situasi perpecahan terlihat dalam kebijakan Jokowi ini,” pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?