"Luhut Binsar Panjaitan (LBP) bisa menjadi ketum Golkar pasca Pemilu 2024 tetapi mendekati gelaran Pemilu 2024, sangat riskan," ujar Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/7).
Dia mengurai, manuver Luhut mencomot kursi Ketua Umum Golkar dari Airlangga Hartarto lewat isu gelaran Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Dari wacana yang terbangun di publik itu, Igor menduga penyerobotan jabatan Airlangga semata untuk menggoyang kekuatan politik Golkar.
"Jika Golkar menggelar Munaslub hanya untuk mengganti ketua umum Airlangga Hartarto, kegaduhan bisa terjadi dan membuat anjlok suara Golkar," tambahnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?