"Diyakini kekecewaan Airlangga sebagai pimpinan Partai Golkar kepada Pemerintah, ditengarai karena Pemerintah dan PDIP telah mempermalukan Airlangga dengan wacana koalisi besar digagalkan," tuturnya.
Dalam pengamatan Efriza, penjegalan pemerintah dalam pembentukan Koalisi Besar karena PDIP telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres. Dan telah membuat PPP yang notabene anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PAN, ikut mendukung Ganjar.
"Ini dilakukan untuk menunjukkan Golkar partai besar, peringkat ketiga, pernah memerintah lama di Republik ini, sehingga tidak bisa dilecehkan dengan terombang-ambing tanpa kejelasan," demikian Efriza.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?