Pendidikan Anies untuk meraih gelar master dan Phd, tutur Refly, dilakukan dalam proses belajar sebagai fokus utamanya. Sementara untuk Ganjar menempuh pendidikan master sejalan dengan pekerjaannya sebagai anggota DPR.
"Kalau Anies kan, dia master dan PhD-nya memang benar-benar dalam proses belajar, di mana in person dia hadir di dalam proses pendidikan di Amerika Serikat dan nggak mungkin diwakil-wakilkan atau misalnya tugas dibuatin dan lain sebagainya," terangnya.
"Dibandingkan pendidikan dalam negeri yang kadang-kadang dicapai sambil nyambi kerja, kalau Ganjar Bisa sambil nyambi anggota DPR tiba-tiba wes jadi master," ucapnya, menambahkan.
Lebih lanjut pakar hukum tata negara itu meyakini bahwa penjelasannya tidak untuk membandingkan kualitas pendidikan dalam dan luar negeri. Namun tetap faktanya pendidikan di luar Indonesia masih jauh lebih baik karena sejumlah alasan.
"Bukan berarti saya mengatakan pendidikan luar negeri itu lebih baik, tidak, soalnya sederhana saja pendidikan luar negeri itu memberikan kita lebih banyak waktu untuk membaca dan menulis," pungkas dia.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?