"Bagi-bagi jabatan kepada individu maupun kelompok yang loyal terhadap dirinya seperti sebagai menteri, wakil menteri, dubes, maupun komisaris," tuturnya.
Maka dari itu, Efriza menganggap keterlibatan relawan dalam polemik pernyataan Rocky yang mengkritik Jokowi menggunakan kata-kata "bajingan yang tolol", merupakan gambaran pemerintah saat ini.
"Ini adalah pola berpolitik ala patron-klien. Mereka selalu menjaga bosnya, tak peduli bahwa mereka juga akhirnya yang menciptakan wajah demokrasi di Indonesia tidak benar-benar bebas," demikian Efriza.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini