POLHUKAM.ID - Menkopolhukam Mahfud MD memaklumi bila kritik masyarakat bermunculan terhadap Presiden usai Pemilu 2024. Menurutnya ini adalah dinamika yang normal terjadi.
Namun yang perlu diantisipasi adalah imbas dari kritikan tersebut. Jangan sampai kritik tersebut malah mengadu domba dan menimbulkan perpecahan.
“Mengontrol boleh, mengkritik itu boleh, tapi menimbulkan perpecahan yang menahun memanjang itu dari pemilu sekarang sampai pemilu berikutnya itu tidak boleh,” kata Mahfud dalam acara Forum Diskusi Sentra Gakkumdu di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (8/8).
“Ingin saya katakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, semua calon pemimpin yang ada itu kalau dicari baiknya pasti ada, dicari jeleknya pasti ada,” lanjutnya.
Mahfud selalu memaklumi adanya oposisi dalam setiap masa kepemimpinan. Namun masyarakat harus paham bahwa penyelenggaraan pemilu adalah untuk memilih pemimpin yang disepakati bersama.
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi