"Jadi itu memang udah ada semacam kepastian bahwa di PSI ini memang semacam partai yang dibuat seolah-olah punya ideologi tetapi enggak ada kaderisasi di situ. Jadi partai yang menunggu sinyal," ujarnya.
Mantan dosen Universitas Indonesia itu kemudian mengkritik politikus muda PSI yang hanya mengincar sensasi tetapi lupa pada substansi. Ia mengaku situasi tersebut amat disayangkan.
"Ini bahayanya kalau anak-anak muda ini kerakusan atau ketagihan sensasi itu dan lupa bahwa ada satu yang substansial yaitu ide kenapa diperlukan partai yang ingin memerdekakan diri melalui slogan tentang sekularisme, liberalisme, demokrasi," jelasnya.
Lebih lanjut Rocky menyebut hal itu buruk bagi perpolitikan di Indonesia tetapi hal itu memang sudah tidak bisa terelakkan.
"Itu juga buruk dalam pelembagaan politik, tapi memang itu nasibnya tuh," pungkas dia.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?