POLHUKAM.ID - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto menganggap langkah yang dilakukan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto tidak etis karena dianggap membajak kadernya, Budiman Sujatmiko.
Hasto mengatakan bahwa Ketum Gerindra tersebut melakukan praktik politik devid et impera alias adu domba.
Hasto menyampaikan hal tersebut di sela Rakerda III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan, Minggu 920/8/2023).
"Setelah mengeroyok Ganjar Pranowo, mereka masih menggunakan bujuk rayu kekuasaan mencoba bertindak tidak etis, terapkan devide at impera," ucap Hasto.
Menurut dia, dengan melakukan praktik politik adu domba, mengindikasikan bahwa Prabowo Subianto tidak percaya diri bisa menang di ajang Pilpres 2024, sampai harus membajak kader PDIP.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai