Menurutnya, pihak-pihak yang menggulirkan isu negatif kepada Prabowo, lantaran khawatir elektabilitas Menteri Pertahanan RI ini selalu moncer di sejumlah lembaga survei.
“Mereka yang gamang, dengan elektabilitas Pak Prabowo yang saat ini di angka tertinggi, membutuhkan narasi negatif yang baru untuk mendegradasi posisi,” katanya.
Kali ini, Dasco menekankan, narasi negatif diproduksi baru, dengan isu politik identitas yang bertujuan untuk membenturkan Pak Prabowo dengan umat Islam.
Dari hasil survei Political Weather Stations (PWS), menempatkan capres Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) Prabowo Subianto semakin kokoh di puncak elektabilitas Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Tingginya elektoral Prabowo tidak bisa dihilangkan dari efek dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Berdasarkan hasil survei PWS periode 13-20 Agustus 2023, Prabowo menampati posisi tertinggi dengan 40,8 persen. Hasil tersebut sangat tinggi dibanding Ganjar dengan 35,6 persen dan Anies 19,5 persen.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?