"Maklum, SBY telah melakukan segala macam langkah politik selama lebih dari 10 tahun. Tujuannya satu, AHY harus jadi Cawapres. Tidak ada yang dipikirkan selain hajat dan kepentingan tersebut," ujarnya.
Menurutnya, semua menjadi terbukti setelah AHY tak dipilih jadi Cawapres. "Kemarahan pun meledak. Segala tuduhan keji ditujukan kepada Anies, Surya Paloh, dan Nasdem. Seolah karir AHY sudah tamat," katanya.
"Padahal, bukankah SBY dan Demokrat juga melobi PDIP untuk menghubungkan Ganjar - AHY? Aneh, bermain di dua kaki, tapi marah ke Anies, sembari lembut dan mesra ke Ganjar, Megawati dan PDIP," kata Faizal Assegaf.
Ia kemudian berandai-andai. Bila saja SBY sejak Wal tulus berpihak pada aspirasi rakyat dan agenda perubahan, tentu tidak terjebak dalam ambisi buta.
"Mestinya SBY, AHY dan Demokrat bersikap konsisten sebagaimana PKS dan Nasdem," tutup Faizal Assegaf. ***
Sumber: harianterbit
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang