Pada hari itu, bendera warna biru pada bendera Belanda (Merah Putih Biru) di tiang bendera yang terdapat pada menara di sudut barat laut Hotel Yamato, dirobek oleh beberapa pemuda Surabaya. Maka menyisakan warna merah dan putih yang merupakan bendera Republik Indonesia.
"Insiden Hotel Yamato adalah peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) pada tanggal 19 September 1945 yang didahului oleh gagalnya perundingan antara Soedirman (residen Surabaya) dan Victor Willem Charles Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda," kata Cak Imin.
Pernyataan Cak Imin ini seolah menjawab tudingan dari banyak pihak yang menyebut PKB memberikan sinyal perang ke Partai Demokrat dengan mengungkit peristiwa masa lalu soal perobekan bendera biru.
Sebab, dengan masuknya PKB dan dipilihnya Muhaimin Iskandar sebagai bakal Cawapres Anies Baswedan, membuat Partai Demokrat memilih hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
"Beliau-beliau para pahlawan berhasil menggelar karpet kemerdekaan, tugas kita menggelar karpet kesejahteraan. Mohon doa dan dukungannya," sambung Muhaimin Iskandar.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?