Ia merasa kalau Indonesia butuh figur pemimpin yang bisa menghilangkan pembelahan di masyarakat akibat pilihan politik yang telah melahirkan kelompok 'cebong' dan 'kampret' dan tersisanya jejak polarisasi di Pilgub 2017
"Agar menjadi rukun tentram dan damai, selama ini belum dipersatukan dan masih terbelah dalam kedua kubu," pungkasnya.
"Saya bisa memecah kebuntuan yang ada. Logis apabila saya menjadi sebagai cawapres dipasangkan dengan Ganjar karena akan saling mengisi," jelasnya.
Novel merasa ia adalah representasi tokoh agamis, dan merasa sangat pas jika melengkapi aspirasi nasionalis dari Ganjar.
"Permasalahan cebong dan kampret akan tuntas dan ini mewakili suara nasionalis dan agamis," tutupnya.
Sumber: wartaekonomi
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?