"Tinggal orang melihat konsekuensi dari move on itu. On the road ke mana," ujar Rocky.
"Itu juga perlu sikap moral. Kalau on the road pergi ke PDIP ya akan dipersoalkan orang, ternyata bukan sikap moral tapi pragmatis juga. Demikian juga ke Prabowo, itu bukan sikap etis, itu sikap pragmatis," sambungnya.
Bergabungnya Demokrat, tutur dia, dengan koalisi baru seperti ke PDIP atau Gerindra akan mengakibatkan partai AHY dicap baper alias bawa perasaan.
"Jadi gabung dengan koalisi yang lain itu bukan sikap moral, itu artinya sikap baper juga atau ingin balas dendam," pungkas Rocky.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Jusuf Kalla Didesak Temui Prabowo: Mengapa Kritik Langsung di Istana Dinilai Lebih Efektif?
Seskab Teddy Bantah Isu Chaos: Ini Bukti Nyata Stabilitas Indonesia Tetap Kuat!
Menteri PU Dody Hanggodo Langsung Telepon Prabowo, Ini yang Terjadi Saat Kantornya Digeledah Kejati!
Rocky Gerung Bongkar Menteri Paling Bodoh di Kabinet Prabowo: Siapa dan Mengapa?