"Kejadian 2019 akan kembali terulang. Ada atau tidak, tak dianggap perannya oleh Prabowo. Bahkan kursi menteri di acara presiden-presidenan pun ga dapat jatah. Demokrat tak bisa belajar dari masa lalunya," tulis Jhon.
Karena itulah, Jhon menyimpulkan bahwa kebijakan Partai Demokrat merapat ke Prabowo adalah keputusan SBY semata-mata meskipun sekarang AHY lah yang menjadi ketum.
Bahkan dengan pedas Jhon menyebut AHY sebagai ketum pajangan saja lantaran tidak bisa menahkodai partainya dengan baik.
"Demokrat punya ketua umum, tapi keputusan strategis masih harus diputuskan sang Ayahanda. Partai ini sempat besar, tapi KERDIL karena Ketua Umum hanyalah PAJANGAN di etalase Lobby Demokrat," tandas Jhon.
Di sisi lain, sejumlah analis politik juga ikut mengomentari bergabungnya Partai Demokrat dengan koalisi Prabowo. Banyak yang meyakini hal ini terkait perang dingin SBY dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang tak kunjung menemukan titik terang.
Sumber: suara
Artikel Terkait
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!