Menurutnya, jika seluruh anak menantunya masuk di satu partai yang sama maka akan membuat trah politik yang sedang dibangun Jokowi bisa hancur.
"Karena kalau satu keranjang itu pecah, ya pecah semua hancur semua. Makanya disimpan di tempat lain dan itu dilakukan oleh politik dinasti yang lain menjadikan banyak partai sebagai jalan hidup politik dinasti di banyak daerah," kata Ujang.
Ujang menambahkan, Jokowi mengizinkan Kaesang masuk PSI yang jelas-jelas melanggar AD/ART PDIP, sebagai bagian dari strategi politik mantan Gubernur DKI itu melawan PDIP.
"Nah, saya sih melihatnya Jokowi begitu, mengizinkan Kaesang masuk PSI yaitu pilihan politik, yang tentu ini sebenarnya melanggar AD/ART. Satu keluarga harus satu partai, walaupun oleh PDIP dibantah satu KK (Kartu Keluarga), kalau KKnya berbeda boleh," demikian Ujang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Gagal Total! Gema Nasional Ultimatum Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Setelah Tragedi Beruntun
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla