Ketika itu Ganjar menyinggung bahwa lulusan 10 terbaik idealnya mengambil peran sebagai dosen universitas, dan bukan sebagai master of ceremony (MC) atau pembawa acara. “Sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa jadi MC?,” ucap Ganjar dikutip dari VIVA.
Mendengar sindiran dari Ganjar, Najwa tampak tak terima, dirinya mengatakan bahwa ia bukan MC, namun seorang jurnalis. “Siapa Mas, MC? Saya Jurnalis bukan MC,” ujar Najwa.
Ganjar pun kembali menanggapi "Bukan, jurnalis lah kalau begitu,". Hal ini sontak membuat Najwa tidak terima, karena menurutnya jurnalis merupakan profesi membanggakan. “Jurnalis profesi yang membanggakan lho, Mas,” terang Najwa.
Lalu Ganjar pun mengklarifikasi maksud pernyataannya. “Oh iya. Maksud saya kalau bukan lulusan 10 terbaik. Kalau kemudian lulusan terbaik, kan sebuah harapan bahwa dia kembali ke kampus dan kemudian mengajarkan ilmunya. Itu aja sebenarnya,” beber Ganjar.
Sumber: populis
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?