"Makanya hati-hati partai yang kemarin nyaris nggak nembus Senayan tapi (akhirnya) nembus, cuma 4 persen, ini ada PSI sebagai penantang baru dengan Kaesang dan Jokowi, bisa menembus Pileg," ucap Hensat.
Bahkan menurut Hensat, PSI adalah partai yang dikelola layaknya sebuah perusahaan lantaran berfokus mengejar hasil akhir, dalam hal ini diduga adalah mendapat kekuasaan di tingkat nasional.
"Ini jangan melulu kita sebut sebagai partai anak muda, ini partai yang memang dikelola dengan tujuan tertentu dengan cara-cara perusahaan," tutur Hensat.
"Cara pragmatis, yang penting mencapai profit yang diinginkan tujuannya apa. Karena sayap partai nggak ada, tapi partai ini nggak kehabisan logistik, tapi terus-menerus besar dan sekarang punya move langkah kuda yang luar biasa," tandasnya.
Di sisi lain, bergabungnya Kaesang dengan PSI turut membuat pilihan Jokowi di Pilpres 2024 menjadi sorotan. Pasalnya belakangan PSI malah merapat ke kubu Prabowo Subianto, meskipun awalnya partai tersebut mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bacapresnya..
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?