Efriza memandang, Jokowi berkontribusi dalam penurunan kualitas demokrasi Indonesia pasca Reformasi 98. Pasalnya, dia justru melanggengkan dinasti politik melalui suksesi karir politik anak-anaknya.
"Dia juga menjadi aktor kemunduran demokrasi, bahkan tokoh penguasa yang menghadirkan kembali wajah dinasti politik," tuturnya.
Oleh karena itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) Serang itu menyimpulkan, fenomena politik keluarga Jokowi hari ini menunjukkan wajah demokrasi yang bobrok.
"Ini seperti hasrat politik keluarga dengan model nepotisme, inilah yang diabaikan oleh dirinya dalam berpolitik," demikian Efriza menambahkan.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini