"Terlihat hebat, heroik, dan peduli dan merakyat, tapi palsu. Ini malah memperlihatkan fakta selama menjadi gubernur sama sekali tidak memperhatikan para penyandang disabilitas," kata Teddy dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/10).
Teddy memprediksi, politisi PDIP itu tidak paham dengan UU tentang Penyandang Disabilitas yang mengatur kewajiban untuk mempekerjakan penyandang disabilitas.
Padahal dalam UU tersebut, baik Pemerintah Pusat, Pemda, BUMN, BUMD, dan perusahaan swasta memiliki kewajiban untuk mempekerjakan penyandang disabilitas. UU tersebut juga mengatur kuota pekerja disabilitas hingga pelatihan.
"Jadi seharusnya beliau menjalankan perintah UU itu saat menjadi gubernur. Ganjar mau terlihat sempurna, berakting untuk terlihat tahu, sehingga jadi sok tahu. Demi Pemilu, mendadak terlihat peduli," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?