“Seharusnya PDIP menarik seluruh menterinya dari kabinet sebagai bentuk perlawanan dan protesnya. Karena PDIP ‘sudah biasa lapar’,” ujar pria yang akrab disapa Cak Hamied itu saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/10).
Tercatat ada lima kader PDIP yang menjadi pembantu Jokowi. Mereka adalah Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Yasonna Laoly (Menkumham), I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan Abdullah Azwar Anas (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi).
Meski demikian, Cak Hamied ragu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengambil sikap tersebut. Menurutnya, banteng moncong putih akan tetap berada di kabinet, tapi di satu sisi melakukan perlawanan lain untuk memenangkan Ganjar Pranowo.
“Yang paling memungkinkan dilakukan, mereka tetap seperti sedia kala di kabinet. Tapi para banteng akan menyeruduk solid memperjuangkan dan memenangkan Ganjar,” tutupnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya
BMI Ungkap Dalang Sebenarnya di Balik Tudingan AHY Sebar Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor