Apalagi, dalam lembaga pertahanan dan keamanan nasional, Jokowi sebagai Presiden merupakan panglima tertinggi. Sehingga, tak mungkin perintah dari Jokowi di 2024 tak dikerjakan.
'Kita ketahui tidak ada satu orang pun di republik ini, tidak bahkan wapres tidak ada satu orang pun di dalam republik ini yang bisa memerintahkan simultan berkala dan presisi kalau bukan tidak seorang presiden kepada aparat pertahanan dan keamanan," kata dia.
'Sebab mereka adalah bawahan dari Presiden. Presiden adalah panglima dan pimpinan tertinggi dari aparat penegakan pertahanan utama. Jadi bagi saya memang agak sulit berharap Presiden dengan diksi yang dia pilih dan keterlibatan keluarganya di dalam pemilu tahun 2024 ini," jelas Feri.
Menurutnya, Jokowi tidak bisa menggunakan ruang profesional di 2024 karena adanya sang anak. Ia menyebut Jokowi mengalami konflik kepentingan.
"Enggak bisa (profesional). Mana ada ayah dan ibu profesional kepada anaknya? Makanya kita kenal konflik kepentingan bagaimana pun akan ada ruang tertentu konflik kebatinan seorang ayah dan seorang ibu untuk bersikap tidak netral terhadap anaknya," tutup Feri.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?