Hasto akui pihaknya memang mendapatkan banyak tekanan selain pencopotan baliho Ganjar-Mahfud.
"Dalam konteks ini kami juga membangun komunikasi dengan AMIN karena merasakan hal yang sama," beber Hasto saat ditemui awak media di Hotel Sari Pacific, Jakarta, Sabtu (18/11/2023).
Sekjen PDI Perjuangan itu tak mengungkapkan tekanan lain yang diterima. "Oh, ya banyak (tekanan) kan juga ada kan itu sama, kita menyepakati dengan AMIN juga, (ada) penggunaan suatu instrumen kekuasaan," ujar Hasto.
Di samping itu, Hasto ungkapkan, bahwa Ganjar-Mahfud berkomitmen untuk meluruskan, agar demokrasi tetap berada pada koridornya.
Meski mendapatkan tekanan, Hasto menegaskan tak berarti menurunkan semangat juang untuk pemenangan Ganjar-Mahfud.
"Buktinya rakyat memberikan dukungan. Ketika ada tekanan pencopotan baliho Pak Ganjar-Prof Mahfud, rakyat menyediakan rumahnya. Ini kan the essence of people movement," bebernya.
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?