"Saya ini Ketua PMI, harus netral, tidak bisa jadi TPN. Bahwa masing-masing anda semua punya pilihan politik, silakan, tapi ada hal-hal tertentu yang membatasinya," kata JK kepada wartawan, di rumah kediamannya, Jalan Brawijaya nomor 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu sore (19/11).
Menanggapi itu, Ganjar mengaku kedatangan di kediaman JK hanya untuk silaturahmi, tidak mengajak JK bergabung di TPN Ganjar-Mahfud.
"Nggak, kita nggak ngajak kok. Kita silaturahmi saja. Kalau Mas Arsjad, Pak Hary Tanoe, itu kan memang tim saya, jadi ya menemani saya. Kalau Mas Arsjad kan teman Pak JK, pengusaha, Pak Hary Tanoe apalagi, kenal lama. Kami sudah tau dan bisa berkomunikasi dengan baik," jelasnya.
Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung kurang lebih selama 1,5 jam dengan JK, Ganjar ditemani Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?