"Itu jelas video asli saat Acara Rakornas kemarin. Kata yang sama diucapkannya tahun 2019. Memang watak bukan watuk, kalau batuk bisa diobati, tabiat tidak," ungkap Roy Suryo.
Sebagai informasi tambahan, ucapan 'ndasmu etik' itu diucapkan Prabowo saat menirukan pertanyaan yang diajukan oleh Anies Baswedan dalam debat capres di KPU beberapa waktu lalu.
“Bagaimana perasaan Mas Prabowo, soal etik? Etik? Etik?” kata Prabowo menirukan Anies. "Ndasmu etik,” lanjut Prabowo yang kemudian disambut riuh oleh para peserta Rakornas.
Kontroversi yang melibatkan Prabowo Subianto dengan ucapan 'ndasmu etik' ini tentu saja berpotensi mempengaruhi citra calon pemimpin tersebut di mata publik.
Perkataan kasar yang diucapkan dalam konteks politik dapat menciptakan opini negatif, terutama dari kalangan yang mengedepankan etika dan tata krama dalam berpolitik.
Reaksi masyarakat terhadap video ini cukup bervariasi. Sebagian melihatnya sebagai kejadian yang wajar dalam dunia politik yang penuh dengan rivalitas dan ketegangan.
Namun, sejumlah besar masyarakat menganggap bahwa seorang calon pemimpin seharusnya memberikan contoh etika yang baik kepada masyarakat.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: pojokbaca.id
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?