TOPMEDIA - Masyarakat Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi, agar pada 2045 nanti, bisa menjadi Indonesia Emas. Momentum itu bisa dilakukan dengan memilih pemimpin masa depan yang baik dan memiliki visi misi jelas.
Menurut Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan, Bonus demografi memiliki dua konsekuensi, yakni the window of future oportunity dan the window of disaster. Hal itu dikatakannya dalam Kopdar Pemilih Muda Kolaborasi TKN Fanta Aktivis Milenial dan Relawan Gerakan Banten Nyata (GBN).
"Jadi kita bisa jadi negara maju atau jadi negara gagal, tinggal kita pilih. Nah itulah kenapa kita konsekuen memilih Pasangan 02, karena Pasangan 02 ini yang benar-benar memanfaatkan periodesasi bonus demografi ini," ujar Arief Rosyid Hasan, saat hadir di acara Kopdar Pemilih Muda di Kota Serang, Banten, Minggu (24/12/2023).
Baca Juga: Survei Jakpat : Citra Merek Jadi Pertimbangan Membeli Sepeda Motor
Salah satu cara memanfaatkan bonus demografi dengan mencetak pengusaha muda baru. Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 3,27 persen. Sedangkan untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan sekitar 14 persen pengusaha.
Suksesnya pengusaha mencetak lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian, bisa terlihat dari Gibran Rakabuming Raka, baik saat menjadi pengusaha, hingga menjadi Walikota Solo.
"Jadi untuk semua syarat agar kita menjadi negara maju, untuk memanfaatkan bonus demografi itu hanya ada pada pasangan Prabowo-Gibran," terangnya.
Baca Juga: Yuk Malam Tahun Baruan di The Royale Krakatau, Menangkan Undian Liburan ke Bali Gratis
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?