Menurut Bambang, kalau kemudian sudah merasa kalah sebelum usai pertandingan dan menuding ada kecurangan, hal itu adalah sikap pengecut dan jauh dari nilai-nilai kita sebagai bangsa yang menjunjung etika dan budaya timur.
Bambang mengatakan setuju bahwa kecurangan harus menjadi perhatian serius para peserta pemilu dan Pilpres. Karena, setiap peserta pemilu dan peserta Pilpres sudah menyiapkan lembaga internal partai politik untuk mengawasi pelaksanaan pemilu dan Pilpres.
“Tapi kalau ada upaya menunggangi kepentingan atas nama pengawasan pemilu dan Pilpres dengan tujuan politis, seluruh masyarakat dan elemen bangsa harus mewaspadai dan harus harus siap menghadapinya. Jangan sampai ada upaya yang menunggangi untuk tujuan politik, misalnya upaya memakzulkan presiden dan agenda politik lainnya,” kata Bambang.
Baca Juga: Kunjungan Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad untuk Memastikan Kesiapan Gudang Pemilu
Terkait hal itu, Bambang mengajak para relawan Prabowo-Gibran menyatukan diri dalam satu barisan untuk melawan elite-elite politik yang ingin melakukan tindakan politik memperkeruh keadaan yang kondusif. Misalnya dengan melakukan kamuflase mendirikan lembaga atau komite pemantau pelaksanaan pemilu dan Pilpres untuk tujuan memuluskan agenda terselubung dalam konteks politik.
“kita harus mengantisipasi dan terus memantau gerakan-gerakan politik yang membelokkan tujuan positif dan mengarahkan pada agenda politik lain dan upaya merongrong kekuasaan yang sah dan penjegalan politik yang bermartabat,” tandas Bambang. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suarakarya.id
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?