"Pertanyaannya apakah Pilpres 2024 kemarin telah dijalankan secara bebas jujur dan adil? Izinkan kami menyampaikan jawabnya tidak," tegasnya.
Kata Anies yang terjadi sebaliknya dan hal itu terpampang secara nyata di hadapan masyarakat.
"Kita semua menyaksikan dengan keprihatinan mendalam rangkaian penyimpangan yang telah mencoreng integritas proses demokrasi kita," kata Anies.
"Mulai awalnya independensi yang seharusnya menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan pemilu telah tergerus akibat intervensi kekuasaan yang tidak seharusnya terjadi," lanjutnya.
Anies lalu mencontohkan penyimpangan yang terjadi penggunaan institusi negara untuk memenangkan salah satu calon. Yang secara eksplisit tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Terdapat pula praktik yang meresahkan aparat daerah mengalami tekanan bahkan diberikan imbalan untuk mempengaruhi arah pilihan politik," lanjutnya.
Tak hanya itu, kata Anies penyalahgunaan bantuan-bantuan dari negara bantuan sosial yang sejatinya diperuntukkan untuk kesehatan rakyat. Malah dijadikan sebagai alat transaksional untuk memenangkan salah satu calon.
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?