Diketahui, dua partai yang mendukung Anies-Muhaimin telah bermanuver yang pada akhirnya mendukung Prabowo-Gibran.
"Saya sudah bilang kemarin, kita tidak (mau) berandai andai. Kalau saya jawab tidak, nanti akan dibilang emangnya ditawarin'. Kalau saya bilang iya, emangnya ditawarin? Kan enggak," jawab Anies kepada wartawan, di DPP PKS, Sabtu (27/4/2024).
Lebih lanjut, Anies mengatakan, dirinya akan mejalani saja apa yang ada. Namun, jika diberi kesempatan untuk meneruskan gagasan perubahan maka tawaran itu akan diambilnya.
"Jadi sekarang kita jalani saja dulu, setiap ada kesempatan untuk meneruskan gagasan perubahan ya teruskan," kata dia.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Maju (KIM) menyerahkan seluruhnya kepada Prabowo-Gibran untuk menyusun struktur kabinet pemerintahan Indonesia ke depan.
Hal ini dia ungkap saat disinggung apakah ada keberatan dari KIM ketika NasDem memutuskan untuk mendukung penuh Prabowo-Gibran.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?