Mengenai pernyataan Prabowo yang menyebut calon presiden tidak harus dirinya, Muzani mengatakan "ini adalah bagian dari cara Pak Prabowo menunjukkan dirinya sebagai orang yang demokratis."
Muzani mengatakan sikap Prabowo merupakan sikap demokratis dengan tetap membuka peluang calon presiden di luar dirinya.
"Itulah sebabnya Bapak Prabowo mengatakan bukan hanya dirinya yang dimungkinkan untuk menjadi calon presiden, tetapi siapa saja yang bisa didukung partai lain adalah sesuatu yang bisa menjadi calon presiden," kata dia.
Muzani mengintruksikan kepada seluruh kader Partai Gerindra di semua tingkatan, di desa, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi, dan semua anggota DPR kabupaten/kota dan provinsi dan DPR RI bersiap-siap memenangkan Prabowo sebagai presiden.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan calon presiden pada 2024 tidak mesti melulu harus dirinya. Kendati Prabowo sempat berujar kriteria capres menurut dia adalah harus yang berpengalaman.
"Ya enggak harus Prabowo, ya kan. Siapa saja," kata Prabowo dalam konferensi pers usai bertemu Ketum NasDem Surya Paloh di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (1/6/2022).
Prabowo kemudian berbicara mengenai adanya kewajiban bagi anak bangsa untuk menawarkan diri mengabdi kepada negara. Tentu kata Prabowo warga negara yang ingin menawarkan diri itu ialah mereka yang memang memiliki kemampuan.
"Jadi dalam satu republik yang baik adalah kewajiban setiap warga negara yang mampu fisik, intelek, jasmani dan kondisi ekonomi dirinya dan keluarganya wajib untuk menawarkan diri kepada negara dan bangsa. Jadi wajib.
"Nah ini yang ingin kita budayakan. Kita ingin anak-anak mudanya tadi itu harus berani menawarkan diri untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," kata Prabowo.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri