Dia meminta agar menteri yang tidak fokus kerjanya untuk mundur dari kabinet Jokowi. Akademisi dari Universitas Esa Unggul itu menyebut dua penyebab mengapa mereka harus mundur.
"Pertama, menteri yang bersangkutan sudah tidak akan fokus lagi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya (tupoksi, red)," ujar Jamiluddin kepada GenPI.co, Jumat (13/5/2022).
Menurutnya, hal itu akan memengaruhi kinerja sang menteri. Sebab, semua menteri harus fokus melaksanakan tupoksi.
"Oleh karena itu, masuk akal kalau kinerja para menteri diragukan bila mereka ikut kampanye," lanjutnya.
Dia menambahkan rakyat akan keberatan jika menteri bekerja tidak fokus pada tupoksinya. "Karena menteri digaji dari uang rakyat," tegasnya.
Kedua, para menteri akan sulit memisahkan penggunaan dana dan fasilitas yang dipakai sang menteri saat kampanye.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang