Oleh karena itu, tim Erick Thohir harus bekerja ekstra guna menampilkan sosok pejabat tersebut ke mata masyarakat, misalnya dengan menyebut Erick sebagai seorang pemimpin.
"Kemudian, tim komunikasi bekerja bagaimana membentuk persepsi ini. Misalnya, menampilkan Erick Thohir sebagai perspektif leader, menunjukkan sisi profesionalnya, pasti akan ditafsirkan berbeda," jelas Arifmadona.
Arifmadona menuturkan semua calon presiden yang akan bertarung di Pemilu Serentak 2024 bisa berpeluang menaikkan elektabilitasnya sejak dini, tergantung dari pihak tim komunikasi masing-masing dalam menarasikan sang calon.
"Secara umum, sebenarnya tergantung bagaimana tim komunikasi politik mereka (masing-masing kandidat, red) menarasikan (sosok calon, red)," tandasnya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang