"Saya kalau boleh mungkin sentimentil, selamat jalan Pak. Bapak akan menjadi kenangan. Walaupun masih 2-3 bulan pak Presiden, tapi saya kira acara penting semacam ini buat saya pribadi sangat menyentuh," kata Luhut di acara peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pabrik bahan anoda baterai lithium PT Indonesia BTR New Energy Material di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Rabu (7/8).
Luhut mengungkapkan berbagai keberhasilan Indonesia dalam membangun hilirisasi, termasuk mengembangkan ekosistem mobil listrik dan baterai. Menurut dia, semua itu merupakan capaian dari Jokowi.
"Saya masih ingat bapak presiden dulu memutuskan untuk kita mem-banned ekspor nikel yang banyak sekali pro kontra. Tapi, dengan keputusan waktu itu, tahun lalu ekspor kita sudah lebih dari US$ 34 miliar. Jadi angka yang sangat besar," ucap Luhut.
Bila proses itu terus berjalan, lanjut Luhut, pada 2027, nilai ekspor olahan nikel akan bertambah hingga US$ 30 miliar. "Ini akan membuat ekonomi Indonesia jadi penting," ucapnya.
Menurut Luhut, Jokowi telah menjadi pemimpin yang mampu meninggalkan warisan yang baik. Jokowi juga telah meletakkan dasar bagi Indonesia untuk menjadi negara industri, bukan sekadar negara pengekspor material.
Luhut menceritakan percakapannya dengan Jokowi saat terus melawan gugatan Uni Eropa terkait kebijakan penghentian ekspor bijih nikel. Ketika itu, Indonesia kehilangan US$ 1,5 miliar.
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?