POLHUKAM.ID - Pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal etika berbicara mendapat apresiasi dari publik. Perkataannya dinilai sesuai perilakunya selama ini.
“Kata Pak SBY, mantan pemimpin negara perlu hemat bicara sebagai bagian dari etika,” kata Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi, dikutip dari unggahannya di X, Selasa (15/4/2025).
Eko menyebut sejumlah mantan pemimpin negara yang masih hidup hingga hari ini hemat bicara. Seperti SBY dan Megawati Soekarnoputri.
Selain dua orang tersebut, Presiden ke-7 Jokowi merupakan mantan pemimpin yang masih hidup. Namun tak disebut Eko.
“Iya, sih. Ada beberapa mantan Presiden kita yang masih ada. Bu Mega dan pak SBY relatif jarang ngomong. Tampil ke publik paling sesekali,” ujarnya.
“Mungkin karena mereka menjaga etika,” tambahnya.
👇👇
Kata Pak SBY, mantan pemimpin negara perlu hemat bicara sebagai bagian dari etika.
Iya, sih. Ada beberapa mantan Presiden kita yang masih ada. Bu Mega dan pak SBY relatif jarang ngomong. Tampil ke publik paling sesekali.
Mungkin karena mrka menjaga etika.
Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku irit dan berhati-hati dalam berbicara.
SBY mengatakan dia harus berhati-hati dalam bicara mengenai hal apapun karena pernah memimpin Indonesia.
Hal itu disampaikan SBY saat menjadi pembicara di Panel Discussion yang diselenggarakan The Yudhoyono Institute, Minggu (13/4).
SBY awalnya bercerita terganggu dengan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kenaikan tarif pajak Indonesia senilai 32 persen.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?