Syamsu juga menilai bahwa peran TNI telah dikaburkan dan kini digeser oleh Polri sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas nasional.
“Sekarang ini, garda terdepan bukan lagi tentara. Justru polisi yang mengambil alih. Sudah jadi partai sendiri, partai coklat atau parcok,” ujarnya, menyindir dominasi peran institusi kepolisian dalam urusan politik dan keamanan dalam negeri.
Di akhir pernyataannya, Syamsu mengaku tetap ingin memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, yakni dengan berani bersuara untuk mencegah kejahatan dan pengkhianatan terhadap rakyat.
“Saya hanya ingin bangsa ini terselamatkan dari kehancuran,” ujarnya penuh harap.
👇👇
tags
Sumber: Sawitku
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?