"Program Pinky Movement juga memberikan added value dengan melibatkan usaha kecil berupa pangkalan LPG dan juga usaha kecil sektor industri maupun kuliner pengguna LPG bersubsidi untuk beralih ke LPG nonsubsidi sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta tenaga kerja penuh dan produktif," katanya.
Dia berharap acara peningkatan kapasitas UMKM unggulan di DPSP Danau Toba dalam rangka persiapan temu bisnis dengan hotel yang merupakan bagian upaya Pertamina dalam pembinaan UMKM, dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
"Kami juga berharap para peserta dapat mengikuti acara ini secara saksama dan bisa mengambil tiap pelajaran di dalamnya. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua," katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung menjelaskan, dalam kegiatan pelatihan upskilling ini, diharapkan UMKM dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi temu bisnis dengan pihak hotel pada bulan Juli 2022 mendatang.
"Target kita bersama tidak mau lagi hanya ketemu, tapi ada indikasi ketertarikan dari pihak hotel. Kita maju, kita bisa karena kita bersama," ujar Henky.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Politeknik Pariwisata Medan, Anwari Masatip, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana, dan GM Grand Mercure Medan Angkasa/Accor sekaligus Perwakilan DPD IHGMA Sumatera Utara Rachmad Suwardi.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid