Pandemi Covid-19 yang telah berjalan 2 tahun memberikan ruang kesadaran baru betapa besarnya peluang bisnis online di Indonesia. Belum lagi kuatnya penetrasi pengguna internet di Tanah Air juga memupuk benih-benih usaha baru yang berbasiskan ekonomi digital.
Data We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.
Baca Juga: Pengguna Internet Meroket, Indonesia Dituntut Makin Cakap Digital
"Kita tertinggi lho ekonomi digitalnya se-Asean. Secara ekonomi di 2030 naik pesat, kalau di 2025 diperkirakan mencapai Rp1.178 trilyun, di 2030 melesat menjadi Rp1.908 trilyun Indonesia akan memegang 40 persen ekonomi ruang digital se-Asia Tenggara, manfaatkan sebaik-baiknya," ujar Dosen Praktisi Program Magister UNAIR dan HR Profesional, Rovien Aryunia saat Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Senin (27/6/2022).
Namun di luar dari potensi ekonomi digital yang ada, setiap orang tetap harus menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital. Sebab ada konsekuensi yang harus ditanggung jika perilaku bermedia digital tak mengindahkan sopan santun. Selain itu etika diperlukan dengan sikap toleransi agar ekosistem digital tetap kondusif dan terhindar dari perpecahan.
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid