Fraud menuturkan organisasi keuangan sangat serius tentang keaslian akun pelanggan mereka, tetapi sejumlah oknum palsu juga dapat ditemukan di sini. Ini adalah bagal uang, rekening yang digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuci dana kriminal. Meskipun dibuat oleh orang sungguhan, mereka tidak digunakan untuk tujuan yang dimaksudkan, sebaliknya mereka menerima keuangan ilegal ke dalam akun mereka dan mentransfernya ke pihak lain.
"Penipu online menggunakan trik canggih untuk melakukan skema pencucian uang ini. Beralih ke alat otomatisasi, server proxy, alat administrasi jarak jauh, dan jaringan TOR untuk menghindari deteksi dan menghindari menghubungkan aktivitas mereka dengan skema sebelumnya," jelasnya.
Fraud juga mengatakan bahwa kehadiran pencucian uang tingkat tinggi di antara basis pelanggan dapat menyebabkan pelanggaran undang-undang Anti-money laundering (AML) dan kerugian reputasi yang serius bagi perbankan. Bagi organisasi, mereka dapat dicurigai sebagai pihak yang membantu kegiatan terlarang dan dapat menarik perhatian lembaga penegak hukum selama investigasi pencucian uang.
"Pemalsuan adalah sisi gelap dari anonimitas, keuntungan yang diberikan kepada kita oleh internet. Selama masih mudah untuk membuat akun palsu, penipu akan terus berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk keuntungan finansial atau untuk memanipulasi opini publik," ujarnya.
Untuk mengatasi hal ini, Fraud mengungkapkan setiap platform digital dapat membuat penyesuaian untuk secara signifikan memperumit prosedur autentikasi. Namun, ini juga dapat memengaruhi pengalaman pengguna dan menyebabkan potensi pengurangan pelanggan. Metode lain yang digunakan untuk memusnahkan berbagai skema pemalsuan yang sedang naik daun adalah dengan menggunakan teknologi antipenipuan.
"Kecerdasan buatan, pembelajaran mesin, dan analitik prediktif memungkinkan untuk menemukan akun palsu dan perilaku mencurigakan. Solusi ini juga mampu membedakan yang palsu dari pengguna yang sah tanpa memengaruhi kenyamanan fasilitas online," tutupnya.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid